PBSI resmi merilis daftar 20 wakil Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2025 di Thailand. Daftar ini telah melalui final review bersama Kemenpora, termasuk beberapa penambahan nama untuk memastikan kekuatan tim. Penambahan ini dilakukan agar target dua medali emas dari ajang olahraga kawasan Asia Tenggara bisa tercapai.

Kabid Binpres PBSI Eng Hian menjelaskan, strategi penambahan pemain bertujuan memberikan komposisi terbaik. Nomor tunggal putri ditambahkan Gregoria Mariska Tunjung, sementara ganda putra mendapat tambahan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi. Langkah ini dilakukan untuk menguatkan peluang Indonesia meraih prestasi maksimal di setiap nomor pertandingan.
Selain itu, beberapa nama sebelumnya dikeluarkan dari daftar awal. Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, dan Thalita Ramadhani Wiryawan tidak masuk dalam skuad final. Hal ini menunjukkan PBSI menekankan seleksi teknis dan strategi demi menyeimbangkan antara pengalaman dan regenerasi pemain muda.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Komposisi Tim Putra dan Putri
Untuk tim putra, PBSI memasukkan 10 atlet yang siap bertanding. Di antaranya Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Leo Rolly Carnando, dan Bagas Maulana. Pemain ini dipilih dengan pertimbangan kombinasi kemampuan individu dan kerja sama tim dalam nomor beregu maupun ganda.
Sementara tim putri juga terdiri dari 10 wakil, termasuk Putri Kusuma Wardani, Gregoria Mariska Tunjung, dan Mutiara Ayu Puspitasari. Pemilihan atlet putri mengutamakan pengalaman di turnamen internasional dan kesiapan mental untuk menghadapi tekanan di SEA Games.
Keputusan final ini sekaligus memastikan bahwa tim Indonesia memiliki keseimbangan antara pemain berpengalaman dan talenta muda. Strategi ini diharapkan bisa menjaga dominasi bulutangkis Indonesia di kancah regional maupun global.
Baca Juga: Anthony Ginting: Absen Main, Hadirkan Semangat di Istora
Beberapa Atlet Andalan Absen Sementara

Meski daftar pemain sudah lengkap, beberapa atlet top tidak bisa tampil. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri absen karena jadwal pernikahan dan ibadah umroh. Sementara Anthony Sinisuka Ginting menunggu kelahiran anaknya, dan Jonatan Christie masih dalam masa pemulihan cedera.
Absennya pemain senior ini membuka peluang bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan. Hal ini juga menjadi bagian dari program regenerasi PBSI untuk memastikan kontinuitas prestasi bulutangkis Indonesia di masa depan.
Eng Hian menekankan, meski beberapa pemain absen, strategi tim tetap solid. Pemain yang masuk daftar final siap memberikan performa maksimal dan mendukung target dua medali emas bagi Indonesia.
Fokus pada Regenerasi dan Prestasi Jangka Panjang
SEA Games 2025 juga menjadi kesempatan penting bagi regenerasi atlet muda. PBSI ingin membangun fondasi kuat agar bulutangkis Indonesia tetap dominan di ASEAN dalam 5-10 tahun ke depan.
Kombinasi pemain berpengalaman dan atlet muda menjadi kunci keberhasilan. Dengan strategi ini, atlet baru dapat belajar dari senior dan menghadapi kompetisi internasional dengan kesiapan mental dan teknik yang baik.
Eng Hian optimistis; dengan komposisi yang tepat, tim Indonesia dapat memenuhi target pemerintah sekaligus menjaga supremasi bulutangkis di kawasan. SEA Games 2025 menjadi ajang pembuktian bahwa regenerasi dan prestasi dapat berjalan beriringan. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga lainnya hanya di sportsnation360.com.
