Bintang Brasil, Neymar, kini menghadapi gugatan hukum serius dari mantan koki pribadinya. Koki tersebut menuduh dirinya dipaksa bekerja di luar jam kontrak dan mengalami kondisi kerja yang sangat melelahkan. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan superstar dunia dan kondisi kerja yang ekstrem di vila mewahnya di Rio de Janeiro.
Menurut dokumen pengadilan yang dilaporkan oleh media Metropoles, koki itu bertanggung jawab menyiapkan makanan bukan hanya untuk Neymar, tapi juga untuk rombongan hingga 150 orang setiap hari. Beban kerja yang luar biasa ini diklaim membuatnya bekerja selama 16 jam sehari, jauh melebihi jam kerja yang disepakati awalnya.
Kontrak awal menyebutkan jam kerja dari pukul 7 pagi hingga 5 sore Senin sampai Kamis, dan 7 pagi hingga 4 sore pada Jumat. Namun, kenyataan menunjukkan jam kerja yang lebih panjang, termasuk lembur hingga pukul 11 malam atau tengah malam, bahkan pada akhir pekan, serta harus terus bekerja di jam istirahat makan siang yang seharusnya legal.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Beban Fisik Berat dan Cedera yang Dialami
Gugatan tersebut juga menyoroti dampak kesehatan serius akibat beban kerja yang tinggi. Koki mengaku harus mengangkat potongan daging hingga 10 kg dan memindahkan kantong belanja berat di tengah shift panjang, yang menyebabkan cedera fisik langsung pada tubuhnya.
Selain itu, berdiri lama tanpa istirahat cukup memicu masalah punggung dan peradangan pinggul. Kondisi ini menjadi bukti utama dalam tuntutannya untuk kompensasi, karena menunjukkan bahwa pekerjaan sehari-hari memberikan dampak kesehatan jangka panjang.
Dokumen hukum menyebutkan bahwa koki mengalami kesulitan menjalani aktivitas normal di luar pekerjaan karena cedera tersebut. Masalah ini menambah kekuatan kasusnya, terutama dalam menuntut ganti rugi atas kerugian fisik yang dialami selama bekerja di mansion Neymar.
Baca Juga: Gol Sam Kerr Bawa Matildas Raih Kemenangan Perdana
Kekurangan Istirahat dan Jam Kerja yang Tidak Sesuai
Selain cedera fisik, dokumen pengadilan menyoroti kegagalan Neymar dalam memberikan hak istirahat yang diwajibkan hukum. Koki dilaporkan tidak secara rutin mendapat waktu makan siang dan tetap bekerja aktif selama jam tersebut, padahal kontrak mengatur sebaliknya.
Tim hukum mantan koki menekankan bahwa pelanggaran ini membuat pekerja terus-menerus berada dalam tekanan fisik dan mental. Kondisi seperti ini menimbulkan pertanyaan tentang praktik manajemen rumah tangga di kediaman bintang sepak bola internasional tersebut.
Gaji yang diterima koki sekitar £1.065 per bulan, sementara tuntutannya mencapai £37.544. Jumlah ini mencakup lembur yang belum dibayar, biaya medis akibat cedera, pesangon, dan ganti rugi karena hak istirahat yang diabaikan.
Neymar Pilih Bungkam di Tengah Gugatan
Meskipun tuduhan ini serius dan bisa mempengaruhi citra publiknya, Neymar tetap menolak memberikan komentar. Pemain Brasil ini saat ini fokus pada persiapan Piala Dunia bersama tim nasional, sehingga belum menanggapi kasus hukum yang melibatkan mantan staf pribadinya.
Media lokal melaporkan bahwa pihak Neymar belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tim hukum bintang sepak bola itu kemungkinan sedang menyiapkan strategi hukum untuk membantah tuduhan atau mencari penyelesaian di luar pengadilan.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyingkap tekanan yang bisa dialami staf pribadi pemain top dunia. Publik kini menunggu bagaimana proses hukum berjalan dan apakah kasus ini berdampak pada citra Neymar menjelang turnamen internasional besar. Jika Anda ingin mengetahui perkembangan berita olahraga menarik lainnya, kalian bisa kunjungi link di sini sportsnation360.com.
